Senin, 12 Desember 2011

Shalat istikhoroh


Shalat Istikharah adalah shalat sunnah untuk memohon petunjuk kepada Allah, ketentuan pilihan yang lebih baik diantara dua hal atau lebih yang belum dapat ditentukan, karena terkadang apa yang terlihat oleh manusia itu baik tetapi menurut pandangan Allah buruk, sebaliknya menurut pandangan manusia buruk tetapi sesunguhnya menurut Allah baik. Hanya Allah yang maha tahu dan yang menentukan segala urusan manusia. Dengan beristikharah berarti memohon petunjuk yang lebih baik.

Sabda Nabi Muhammad SAW :

Doa ketika sakit

Doa Ketika Menderita Sakit Berat


Allahumma in kana ajali qad hadara fa arihni wa in kana muta-akhkhiran farfa’ni wa in kana bala-an fasabbairni.

Artinya: “Ya Allah, jika ajalku telah datang dalam sakitku ini, maka senangkanlah aku, jika masih jauh hilangkanlah penyakitku, dan jika sebagai cobaan, maka berikanlah kesabaran padaku.”

Jumat, 18 November 2011

Bahagia Menjadi Penyeru


“Barang siapa yang enggan berdakwah / menyeru, maka takbirkanlah ia 4 kali ( shalat jenazah ) karena sugnguh ia telah mati sebelum mati" – Imam Asy Syafi’i-

“ Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang meyeru kepada Allah...? ”  firman Tuhan pada surah fushilat ayat ke 33.  Dalam tafsir fi zhilaalil  Qur’an nya, Sayyid Quthb menafsir ayat ini dengan menuliskan “Allah memuliakan para penyeru kebenaran”. Seperti yang pernah saya tulis pada catatan  ini beberapa hari yang lalu, bahwa kemuliaan sebagai seorang penyeru kebenaran. Terpuji dihadapan Allah. Bahkan berdakwah pun bisa dilakukan dengan metode nan sederhana, seperti yang pernah dilakukan oleh  habib An-Najjar yang terkisah di surah yaasiin ayat 20.

“ yaaa qaumittaabi’ul mursaliin, wahai kaumku, ikutilah para utusan-utusan itu.”   ( QS. Yaasiin : 20 )

hanya dengan mengatakan atau menghimbau mengikuti para rasul. Tanpa banyak retorika dan kata, itu telah terkategori sebagai sebuah bentuk dakwah.  Dan Ia pun berhak atas surga. Namun dakwah pun miliki rambu-rambu yang harus diikuti.